Latar Belakang Masalah
“Matematika lagi, lagi lagi matematika!”, “Matematika bikin pusing, malees!”, ”Males belajar matematika, paling entar remedial!”, ”Udah belajar mati-matian kenapa belum ngerti-ngerti juga coba?!” Inilah sebagian besar pendapat yang dilontarkan para peserta didik ketika akan, sedang, dan setelah belajar matematika. Bukan tanpa alasan tentunya kenapa frekuensi kalimat-kalimat negative lebih sering diekspresikan. Kecondongan inilah yang harus diperhatikan, dipahami, diperbaiki dan ditata ulang oleh pendidik khususnya pada pembelajaran matematika. Apa masalahnya, Bagaimana penyelesaiannya dan matematika seperti apa yang di butuhkan peserta didik.
Batasan Masalah
Batasan-batasan masalah pada tulisan ini diantaranya
a. Bentuk-bentuk gejala jiwa dalam pendidikan
b. Diagnostik kesulitan belajar
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kesulitan belajar
d. Cara Mengatasi Kesulitan Belajar